Blog, Uang, dan Popularitas

Sabtu, 22 Oktober 2011

Siska Yuniati

Saya sadari, saat menuliskan judul artikel ini, ada kesan materialis di benak saya. Tidak mengapa, karena itulah sesungguhnya yang akan saya tuliskan kali ini.
Pertama mempublikasikan tulisan di http://mediaksara.wordpress.com, tidak ada hal lain yang ada di kepala saya kecuali keinginan berbagi, melalui dunia maya. Oleh karena itu, bahagia sekali rasanya ketika ada pengunjung yang berkomentar dan mempublikasikan ulang tulisan saya. Saya simpulkan apa yang saya tulis diminati dan bermanfaat. Itu adalah reward yang luar biasa bagi saya.
Pada perjalanannya, suami saya, mendaftarkan blog tersebut ke Tim Internet Sehat untuk di-review. Ternyata membuahkan hasil, blog Mediaksara dinyatakan sebagai peraih ISBA tahun 2010. Lumayan, ada buku dan kaos yang dikirim ke rumah. Selain itu, logo ISBA yang terpasang di blog milik sendiri merupakan kebanggaan tersendiri.
Lagi-lagi ini ulah suami saya, itu pun tahun 2010. Blog Mediaksara didaftarkan pada kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional RI. Oleh karena diikutkan lomba, otomatis saya harus menyeleksi ulang tulisan-tulisan saya, mengelompokkannya, dan membenahi tampilannya. Alhamdulillah, dianugerahi juara II; ada hadiah uangnya.
Pada tahun yang sama, redaktur sebuah majalah nasional menghubungi saya. Hal di luar kebiasaan, mereka menyukai tulisan yang sudah dipublikasikan di blog. Saya pun dengan suka cita mengizinkan mereka untuk mengambil, menyuting, dan mempublikasikannya kembali.
Belum beranjak tahun, Kementerian Agama RI memanggil saya untuk mengikuti program sertifikasi. Sebagai seorang guru, saya harus melewati tahapan ini untuk dapat menyandang predikat guru profesional. Saya pun bertekad untuk meraihnya melalui jalur portofolio. Ini tidak mudah, kinerja seorang guru, termasuk di dalamnya penghargaan dalam bidang tulis-menulis ikut dipertimbangkan. Sertifikat penghargaan dari aktivitas nge-blog ini rupa-rupanya menunjukkan kontribusinya. Kemudian dari akumulasi banyak hal, akhirinya saya langsung dinyatakan sebagai guru profesional, tidak perlu meninggalkan rumah dan anak-anak yang masih kecil untuk mengikuti diklat. Imbalan yang sepadan tentunya.
Empat hal tersebut merupakan sejarah keemasan blog Mediaksara (http://mediaksara.wordpress.com). Itu adalah kenangan indah. Dari pencapaian ini, hal yang ingin saya katakan, bahwa sesuatu yang sederhana, diawali oleh keikhlasan, pastilah mendatangkan sebuah manfaat, baik manfaat ibadah maupun manfaat materi. Saya telah membuktikan langsung seperti yang saya ceritakan di depan. Tidak hanya manfaat materi, berkesempatan memenangkan berbagai kompetisi dan pemuatan di media massa, membuat kita lebih populer.
Bukan maksud hati hendak takabur, saya hanya ingin berbagi pengalaman dan mengajak untuk berbagi melalui tulisan di blog. Pastilah akan mendatangkan manfaat, untuk orang lain dan diri sendiri. Masalah kadar manfaat tersebut tentu saja bisa berbeda antara orang yang satu dengan yang lain, antara blogger yang satu dengan blogger lain.
Saya sama sekali tidak dapat menerima kalau ada orang yang berpendapat bahwa nge-blog adalah pekerjaan sia-sia dan bodoh; cerita di atas adalah bantahan atas hal ini. Saya justru menganjurkan kepada para blogger untuk terus menulis, biarkan anjing menggonggong. Yang penting, kita menulis dengan balutan keikhlasan, kesungguhan, dan kedisiplinan.
Ayo ngeblog!
Pemenang II "Blogger Return Contest" yang diselenggarakan Anazkia dengan dukungan Denaihati.



10/22/2011