Ini Dia Delapan Penulis Indonesia Terpopuler dalam Media Berbahasa Inggris

Jumat, 24 April 2015



Delapan penulis ditetapkan sebagai mereka yang paling banyak dibicarakan dalam artikel-artikel berbahasa Inggris untuk menunjukkan suara Indonesia.

Idwriters.com merilis delapan nama penulis Indonesia ini berdasarkan riset melalui internet dan didasarkan atas beberapa kriteria, seperti banyaknya pemberitaan media, ulasan, dan profil berbahasa Inggris.

Sica Harum, Eksekutif Direktur Idwriters.com, mengatakan data ini penting untuk melihat siapa penulis yang lebih dikenal di luar negeri dan mengapa mereka dikenal.

Mempromosikan penulis-penulis ini di luar negeri penting karena karya-karya mereka bisa menujukan 'suara Indonesia yang sesungguhnya.'

"Selama ini, tidak banyak referensi tentang Indonesia dalam buku-buku berbahasa Inggris. Menampilkan mereka di dunia internasional bisa menunjukan inilah suara Indonesia," katanya.

Selengkapnya simak daftar Idwriters.com berikut ini.

Pramoedya Ananta Toer

“Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”

Salah satu kutipan terkenal dari novelis, esais, dan penulis cerita pendek Pramoedya Ananta Toer, yang karya-karyanya dipengaruhi nuansa era kolonial dan pemerintahan baru sesudahnya.

Pram menulis belasan novel, termasuk tetralogi paling terkenal, dibuat dalam 10 tahun keterasingannya di Pulau Buru. Pram meninggal pada 2006 diusia 81 tahun.

Dia pernah dinominasikan beberapa kali untuk penghargaan Nobel Sastra --pertama kali pada 1986. Pada 2000 dia meraih France's Chevalier of the Ordre des Arts et des Lettres dan Japanese Fukuoka Asian Culture Grand Prize.

Dia juga dianugerahi Ramon Magsasay Award for Journalism, Literature and Creative Communication Arts pada 1995 dan PEN Freedom to Write Award pada 1992.

Sapardi Djoko Darmono

“Tak ada yang lebih tabah, dari hujan bulan Juni, dirahasiakannya rintik rindunya, kepada pohon berbunga itu.'

Salah satu bait yang paling terkenal dalam puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Darmono, penulis puisi yang karya-karyanya sering menjadi inspirasi musisi dalam berkarya.

Sapardi juga menerjemahkan beberapa karya sastra ke dalam bahasa Indonesia, termasuk karya-karya T.S. Eliot, Khalil Gibran dan Jalaludin Rumi dan Ernest Hemingway.

Kini Sapardi menjadi professor di Universitas Indonesia dan kerap dijuluki sebagai 'Profesor puisi Indonesia'.

A. Fuadi

Penulis, novelis, dan social entrepreneur. Novel perdananya Negeri 5 Menara mencetak rekor penjualan bagi penerbit Gramedia Pustaka Utama untuk 37 tahun. Negeri 5 Menara adalah satu dari trilogi Negeri 5 Menara, yang kemudian diikuti oleh Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara.

Buku Negeri 5 Menara diadaptasi menjadi film layar lebar dan menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton pada 2012. Fuadi juga dikenal atas prestasi akademiknya dengan menerima sembilan beasiswa di luar negeri.

Sitor Situmorang

Penyair, esais, dan penulis cerita pendek dari Indonesia. Dia lahir pada 1924 dan aktif menjadi jurnalis di Medan, Jakarta, dan Yogyakarta di masa revolusi. Dia termasuk Angkatan 45, kelompok seniman di masa penjajahan Jepang dan revolusi yang karya-karyanya lebih ekspresif dan nasionalis.

Karya-karyanya antara lain koleksi cerita pendek Ibu Pergi ke Surga, kumpulan puisi Dalam Sajak. Kumpulan cerpen Pertempuran dan Salju di Paris (1956) mendapat Hadiah Sastra Nasional dan kumpulan sajak Peta Perjalanan memperoleh Hadiah Puisi Dewan Kesenian Jakarta 1976.

Sitor Situmorang tutup usia pada 91 tahun pada 21 Desember 2014 kemarin.

Okky Madasari

Penulis novel dan pemenang penghargaan sastra Khatulistiwa 2012 melalui novelnya yang berjudul Maryam, dikenal melalui karya-karyanya yang sarat kritik sosial.

Melalui novel Maryam (2012), perempuan kelahiran 1984 ini mengungkap pengusiran warga penganut Islam Ahmadiyah oleh kelompok penentangnya di Nusa Tenggara Barat.

Dan tiga novel karyanya, Entrok (2010), 86 (2011) dan Pasung Jiwa (2013) yang masuk nominasi penghargaan tersebut, juga bergenre realis.

Leila S. Chudori

Penulis dan jurnalis Indonesia yang telah beberapa antologi cerita pendek, novel, dan skenario TV dan film. Dia bergabung di majalah Tempo sejak 1989 hingga sekarang.

Leila mulai menulis sejak usia 12 tahun pada 1974 di majalah anak Si Kuncung, Kawanku dan Hai.

Koleksinya cerita pendek Malam Terakhir telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan bukunya berjudul 9 Dari Nadira dianugerahi Penghargaan Sastra Badan Bahasa Indonesia. Kedua buku ini sekarang dalam proses yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Yayasan Lontar dengan judul The Longest Kiss.

Laksmi Pamunjak

Seorang penyair, novelis dan penulis makanan. Beberapa karyanya adalah dua koleksi puisi, Ellipsis (2005) dan The Anagram (2007), serta panduan kuliner Jakarta Good Food Guide.

Salah satu pendiri toko buku Aksara ini juga menerjemahkan dan mengedit buku Goenawan Mohamad: Selected Poems (terbit 2004) dan On God and Other Unfinished Things (pada 2007).

Ayu Utami

Dia telah menulis sejumlah novel, cerita pendek dan artikel. Saman (1998) adalah salah satu karyanya yang paling menuai pujian. Buku ini diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Pamela Allen pada 2005. Dengan menulis tentang seks dan politik, Ayu mengangkat isu-isu yang 'dilarang' untuk dibahas kaum perempuan.

Setelah memenangkan kontes kecantikan ketika masih remaja, dia menolak karir sebagai model, dan lebih memilih untuk belajar dan bekerja di bidang budaya. Ayu Utami saat ini bekerja untuk beberapa ulasan budaya dan majalah.

Jumlah peminat buku meningkat

Di tengah era internet, sosial media, dan aplikasi digital, minat membaca buku di kalangan anak muda Indonesia semakin baik, menurut sejumlah penerbit.

Antusiasme para pembaca buku tidak - atau belum - menunjukan penurunan, setidaknya itu yang dilihat Salman Faridi, CEO Bentang Pustaka.

Di kalangan anak muda, minat baca "semakin baik" dilihat dari "apa yang dibaca dan konsumsi bacaan mereka saat ini."

"Pembaca muda bisa beradaptasi dengan tema bacaan apapun, jadi tidak ada halangan bagi mereka, yang di usia cukup belia, untuk mengkonsumsi sastra (bukan hanya buku roman)," kata Salman.

Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Penerbitan Indonesia (IKAPI), Setia Dharma Madjid, mengatakan minat baca juga naik di kalangan pedesaan namun daya beli menjadi hambatan besar.

Setidaknya ada sekitar 30.000 judul buku yang diterbitkan tahun 2013, dengan kenaikan rata-rata 10% per tahun, menurut data IKAPI -menunjukan optimisme terhadap produksi buku di Indonesia.

Hari Buku Dunia yang diperingati Kamis (23/04) kemarin (paling tidak) juga bisa menjadi gambaran antusiasme para pecinta buku. Kata kunci 'Hari Buku' misalnya digunakan lebih dari 33.000 kali di Twitter dan sempat menjadi topik populer.

"Buku, juga kitab suci, bisa berdampingan dengan adem di rak walau isinya satu sama lain saling bertentangan sekalipun. Selamat hari buku, bung!," kata penulis @zenrs.

"Seringkali, ada yang memang lebih baik ditulis dan dibaca, ketimbang diucap dan didengar. Selamat hari buku!#WorldBookDay,' tulis Kharisma P Lanang lewat akun @Karizunique.

--Christine Franciska, Produser BBC Indonesia

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di situs BBC Indonesia dengan judul #TrenSosial: Siapa delapan penulis Indonesia terpilih?.



4/24/2015