Bagaimana Menyunting Wikipedia?

Jumat, 27 November 2015

Sabjan Badio, Editor Wikipedia

Pernah mendengar Wikipedia? Pernah, dong. Waktu sekolah atau kuliah bahkan pernah berkali-kali menggunakannya untuk menyelesaikan tugas kuliah, kan? Hehe.

Siapa,sih penulis Wikipedia? Mereka bukan dewa, bukan malaikat, bukan pula orang superjenius. Para penyunting Wikipedia sama seperti Anda, sama seperti saya, orang biasa yang sering alfa, yang selalu berharap dunia ini menjadi lebih baik: menyenangkan dan gratis.

Terkait permasalahan gratis, ya Wikipedia jagonya. Anda tidak pernah diminta bayaran untuk menggunakannya. Anda tidak pernah diminta syarat ini itu yang ribut untuk memanfaatkannya untuk berbagai kepentingan. Jago, bukan?

Nah, saat menggunakan Wikipedia, apakah Anda pernah menemukan artikel yang kurang sempurna menurut Anda? Salah di sana-sini. Bahkan, mungkin Anda juga menemukan artikel yang belum ditulis alias tidak ada. Bagaimana sikap Anda? Kecewa, marah, dongkol, sakit hati, atau mau bunuh diri? Tidak, kan?

Jika Anda menemukan hal demikian, berarti Komunitas Wikipedia mengundang Anda untuk berkontribusi. Itu artinya Anda diminta untuk menyuntingnya, diminta menulis artikel baru, diminta membagikan sedikit pengetahuan Anda. Mau, kan?

Dua pilihan yang dapat diambil

Untuk menjadi penyunting (mengedit dan membuat artikel baru) Anda bisa melakukannya sebagai diri Anda sendiri dan dapat pula melakukannya sebagai anonim. Bagaimana itu?

Menyunting sebagai diri sendiri artinya Anda mendafar dulu sebagai pengguna Wikipedia melalui menu pendaftaran pengguna. Nah, setelah Anda mendaftar, rekam jejak pekerjaan atau kontribusi Anda akan tersimpan di akun tersebut. Selain itu, Anda juga akan mudah dihubungi oleh pengguna lain jika ada yang ingin berbagi, mengingatkan, atau mengundang untuk berkontribusi lebih jauh.

Jika menyunting sebagai diri sendiri harus mendaftar, menyunting sebagai anonim tidak. Anda dapat langsung melakukan penyuntingan atas artikel yang menurut Anda belum layak atau bahkan belum Ada. Gampang, kan?

Dua jalur tersebut tentu saja memiliki akses berbeda. Jika Anda menyunting sebagai diri sendiri (mendaftar terlebih dahulu), Anda dapat menyunting hampir semua artikel (kecuali yang dilindungi, misalnya berstatus hanya untuk pengurus), Anda juga dapat berkontribusi dalam pemungutan suara untuk menentukan kebijakan, memilih editor, memilih pengurus, dan sebagainya.

Sementara itu, jika Anda menyunting sebagai pengguna anonim, Anda tidak dapat ikut dalam pemungutan suara dan artikel-artikel yang dapat disunting pun lebih terbatas karena beberapa artikel dilindungi dari pengguna anonim karena terkait aksi vandalisme (perusakan). Lebih dari itu, rekam jejak Anda atas nama IP, bukan dengan nama Anda.

Jika IP tersebut disalahgunakan, misalnya untuk vandalisme, pengurus akan memblokirnya. Pemblokiran itu menyebabkan semua pengguna yang memakai IP tersebut tidak dapat menyunting. Ini kurang bagus jika kita menggunakan akses internet dengan IP dynamic. Bisa jadi pula, IP tersebut sudah digunakan orang lain untuk aksi vandalisme dan menyebabkannya diblokir. Ketika diblokir, berarti Anda yang kebetulan dapat IP itu, akan menjadi terblokir juga.

Tapi, jangan khawatir, jika Anda menggunakan IP dynamic, ya tinggal disconnect saja saja askses internet Anda, lalu connect lagi. Biasanya IP secara otomatis berganti yang baru. IP baru itu biasanya tidak terblokir sehingga Anda dapat langsung menyunting. Bagaimana jika masih diblokir, ya disconnect dan connect lagi saja. Mudah, kan?

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika Anda menggunakan IP static dan diblokir padahal tidak melakukan apa-apa? Tinggal lapor saja ke pengurus tentang pemblokiran itu, lakukan aksi bela diri. Hehe.

Saran saya, lebih baik mendaftar, deh. Jika mendaftar, Anda dapat menambah akses dengan mengajukan diri sebagai editor (editor beda dengan penyunting, lho), pengembali revisi, bahkan pengurus. Bagaimana, pilih yang mana? Bebas saja.



11/27/2015