Selfie di Saat Lebaran

Sabtu, 02 Juli 2016

Sabjan Badio
Mentor E & E Media Kreatif dan Wakil Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Bantul

Ramadan telah tiba, hal ini menandakan bahwa dalam waktu dekat umat Islam akan merayakan lebaran. Bagi calon pemudik, mungkin aroma kampung halaman sudah terbayang. Terbayang pula serunya selfie (Indonesia: swafoto) bersama kerabat dan teman lama.

Tren selfie (untuk grup: wefie) ini cukup menarik. Selain membebaskan kita mengambil foto sesuai dengan ekspresi dan sudut yang diinginkan, selfie juga tidak merepotkan orang lain. Kendati demikian, perlu diingat, selfie bukanlah mengabadikan muka imut dengan berbagai ekspresi semata. Selfie sejatinya menjadi pengabadian sebuah momentum.

Momentum pertama yang perlu diabadikan adalah momentum bertemu keluarga. Foto selfie atau wefie bersama keluarga sesungguhnya merupakan dokumen yang perlu disimpan. Belum tentu pertemuan serupa dapat terjadi lagi dalam waktu dekat. Jika menunggu lebaran kemudian, itu artinya setahun kemudian baru dapat berjumpa lagi.

Momentum kedua, bertemu dengan teman lama. Seperti halnya keluarga, teman lama merupakan sosok yang tak terlupakan. Oleh karena itu, selfie bersama adalah bentuk pendokumentasian kisah persahabatan.

Momentum ketiga adalah menikmati panorama. Selfie juga bisa dilakukan dengan latar panorama kampung, bisa juga dengan latar rumah, sekolah, perkebunan, dan hal-hal lain yang akan menjadi pengobat rindu ketika kembali ke perantauan.

Agar aktivitas selfie bisa berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diingat. Pertama, Anda harus menyiapkan powerbank. Jangan sampai nanti ketika sedang asyik-asyiknya keliling kampung, baterai habis. Tentu tidak jadi selfie jadinya.

Kedua, optimalkan performance kamera. Hal yang dapat dilakukan di sini di antaranya mengosongkan memori dan membuat shortcut ke kamera. Ini penting, jangan sampai Anda gagal selfie gara-gara memori penuh atau sibuk mencari-cari menu kamera.

Ketiga, jangan lupa siapkan aplikasi editing foto. Kadang kala Anda harus mempercantik tampilan hasil jepretan Anda. Untuk itu Anda perlu aplikasi. Namun, harus diingat, jangan melakukan editing secara berlebihan. Usahakan senatural mungkin karena bisa jadi itu akan menjadi dokumen yang disimpan hingga bertahun-tahun kemudian. (*)

Tulisan ini dipublikasikan pertama kali di rubrik Pojok Digital harian Kedaulatan Rakyat edisi 30 Juni 2016 halaman 13.
Pojok Digital harian



7/02/2016