Profil Mahfud Ikhwan, Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 Kategori Prosa

Senin, 30 Oktober 2017

Mahfud Ikwah, @marginkiri
PERHELATAN Kusala Sastra Khatulistiwa telah berakhir. Pemenang untuk kategori prosa, pusi, serta karya pertama/kedua telah diumumkan. Untuk kategori prosa, dewan juri memilih Mahfud Ikhwan, kategori puisi Kiki Sulistyo, serta kategori karya pertama atau kedua dipilih Nunuk Y. Kusmiana.

Tentang Mahfud Ikhwan, sosok ini bukanlah baru dalam sastra Indonesia. Karya cerpennya telah dikenal masyarakat cukup lama, bahkan tulisan Mahfud pernah nongol di majalah Annida, majalah yang saat ini sudah tiada.

Terkait novel, karya pertama Mahfud adalah Ulid Tak Ingin ke Malaysia. Karya kedua, Lari, Gung! Lari!, karya ketiga, Kambing dan Hujan, memenangkan sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta 2014. Nah, karya terbarunya, Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu, memenangkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa.

Siapa, sih Mahfud Ikhwan? Berikut biodata singkatnya.

Nama: Mafud Ikhwan, S.S.
Tanggal lahir: 7 Mei 1980
Pendidikan: Sastra Indonesia UGM, lulus 2003
Tempat tinggal: Kota Yogyakarta (maaf, tidak perlu detail, ya)

Karya
  1. Ulid Tak Ingin ke Malaysia (2009)
  2. Lari, Gung! Lari! (2011)
  3. Kambing dan Hujan (2015)
  4. Dawuk: Kisah kelabu dari Rumbuk Randu (2017)
  5. dan lain-lain



10/30/2017