Featured Post

Apa bahasa Indonesia dan arti new normal?

Hrdailyadvisor.blr.com Abasrin.com-- Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau membaca istilah new normal . Kata ini tidak terlepas dar...

Daftar istilah penting Kurikulum Merdeka

6/30/2022

Implementasi Kurikulum Merdeka

Oleh Sabjan Badio, blogger

ABASRIN.com--Kurikulum merdeka mulai diterapkan di Indonesia, dimulai dari program sekolah penggerak, dilanjutkan ke Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM. Implementasi ini dilakukan melalui tiga mekanisme, yaitu mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi.

Seperti biasa, kalau ada hal baru, selalu diikuti dengan istilah-istilah baru. Lalu, istilah-stilah apa saja yang muncul di Kurikulum Merdeka? Berikut daftar dan penjelasannya.

1. Kurikulum operasional satuan pendidikan

Kurikulum operasional satuan pendidikan disingkat KOSP berisi seluruh rencana proses pembelajaran dalam satuan pendidikan tertentu. Oleh karena disusun untuk kepentingan satu satuan pendidikan, isinya harus dikembangkan sesuai dengan kondisi, visi-misi, serta kebutuhan lembaga pendidikan tersebut. Pada Kurikulum 2013, istilah ini disebut juga KTSP atau dalam teknis penamaannya langsung disertai nama sekolahnya, misalnya Kurikulum SMP Ma’arif Imogiri.

2. Capaian pembelajaran

Capaian pembelajaran merupakan pengganti KI dan KD dalam Kurikulum 2013. Hanya saja, jika pada Kurikulum 2013 kita mengenal istilah pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpisah, dalam Kurikulum Merdeka, ketiga hal tersebut terintegrasi.

Terkait capaian pembelajaran ini, dikenal istilah fase, Fase A, B, dan C diperuntukkan bagi sekolah dasar, fase D untuk SMP, dan Fase E untuk SMA. Adanya dua fase pada SMA dikarenakan adanya peminatan sehingga struktur kurikulum pada kelas XI dan XII menjadi berbeda. Lebih lengkapnya sebagai berikut.

  •     Fase A, kelas I s.d. II SD/sederajat
  •     Fase B, kelas III s.d. IV SD/sederajat
  •     Fase C, kelas V s.d. VI SD/sederajat
  •     Fase D, kelas VII s.d. IX SMP/sederajat
  •     Fase E, kelas X SMA/sederajat
  •     Fase F, kelas XI s.d. XII SMA/sederajat

3. Alur tujuan pembelajaran

Alur tujuan pembelajaran (ATP) memiliki fungsi yang mirip dengan silabus pada Kurikulum 2013, yaitu sebagai acuan perencanaan pembelajaran. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa alur tujuan pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secarfa sistematis dan logis berdasarkan urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir sebuah fase. ATP memuat kompetensi, konten, dan variasi.

4. Modul ajar

Pada dasarnya, modul ajar mirip dengan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP pada Kurikulum 2013. Hanya saja, pada Kurikulum Merdeka ini, RPP tersebut dilengkapi materi, lembar aktivitas siswa, hingga evaluasi untuk mengukur ketercapaian. Oleh karena itu, ada yang menyebutnya RPP plus. Jika dilihat-lihat, modul ajar ini mirip juga dengan modul yang selama ini kita kenal, hanya istilahnya dan kosepnya ditarik dalam KOSP.

5. Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila sudah cukup lama kita dengar, bahkan sebelum diluncurkannya Protitipe Kurikulum Merdeka. Pada Kurikulum 2013, Profil Pelajar Pancasila ini kita kenal dengan istilah Penguatan Pendidikan Karakteri atau PPK.

Profil Pelajar Pancasila merupakan gambaran karakter serta kompetensi lulusan yang diharapkan dari lulusan sebuah sekolah. Karakter atau kompetensi lulusan diharpkan mencerminkan nilai luhur Pancasila. Profil Pelajar Pancasila ini dibagi menjadi enam elemen. yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, (2) berkebinekaan global, (3) mandiri, (4) bergotong royong, (5) bernalar kritis, dan (6) kreatif.

6. Teaching at The Right Level

Sebagaimana istilah yang lain, Teaching at The Right Level atau TaRL ini sesungguhnya juga bukan merupakan istilah baru. TaRL merupakan pendekatan belajar yang mengacu kepada tingkatan capaian atau kemampuan peserta didik, bukan berdasarkan tingkat kelas. Pendekatan ini dipandang dapat menjadi jawaban dari permasalahan kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi pada siswa di kelas. Pada prosesnya, perlu ada intervensi guru untuk memberi pembelajaran yang relevan dan spesifik dalam rangka mengatasi permasalahan perbedaan yang ditemukan.

7. Pembelajaran berdiferensiasi

Pengajaran yang memberikan beragam cara dalam memahami informasi. Hal ini dalam tujuan untuk menjawab kebutuhan, gaya, serta minat siswa yang bervariasi. (*)

The use of electronic wall magazine with graphic design application as learning media of literature

1/30/2022


Oleh Siska Yuniati, Mahfud Efendi, Dewi Saripah3, dan Adib N. Huda 

During distance learning, teachers cannot teach literature optimally. There is no practical, economical, and interesting literary learning media. Wall magazines are the right learning media, but there is no development research on this yet. This study aims to develop a product in the form of an electronic wall magazine as a learning medium. Product designs and materials are validated by experts and tested to students. The results showed that the product design category was good (78%), product material was very good (98%), and student responses to the product were good (75%). The implication of this research is to increase students’ motivation and learning outcomes, to adapt the design of the electronic wall magazine to other materials or subjects. 

Keywords: electronic wall magazine, graphic design application, learning media 

Mengaktifkan kartu ATM BRI disabled atau nonaktif saat tarik tunai

9/04/2021

Abasrin.com--Beberapa waktu lalu, kartu ATM saya tiba-tiba dinonaktifkan oleh BRI. Saat itu, saya tarik uang 2.500.000 (kalau tidak salah) dan berhasil. Saat mau melakukan penarikan kedua, tiba-tiba ada notifikasi bahwa kartu saya di-disable oleh bank. Otomatis saya tidak bisa tarik lagi.

Bersama notifikasi tersebut, ada pemberitahuan bahwa kartu bisa diaktifkan lagi dengan memasukkan tanggal lahir. Saya mencobanya, tetapi gagal. Sudah mencoba pindah ATM, tetap saja tidak bisa.

Saya pun bertanya ke pihak Bank BRI. Ternyata itu hal biasa, untuk mengamankan kartu saya. Mungkin transaksi saya mencurigakan. Kata pihak bank, ini sering terjadi ketika melakukan penarikan dalam jumlah banyak. Ya, mungkin, 2,5 juta itu dianggap banyak karena saya jarang melakukan penarikan segitu. Hihi.

Oleh karena gagal aktivisai melalui ATM dan tidak bisa menemui CS karena antrean sudah habis, saya pun mencoba mengaktifkan lagi ATM melalui aplikasi mobile banking. Ternyata mudah. Bagaimana caranya?

  1. Login ke aplikasi mobile banking BRI. Ya, tentu saja yang rekeningnya sama dengan kartu yang didisable.
  2. Pilih REKENING LAIN di pojok kanan atas.
  3. Pilih LIHAT DETAIL di rekening yang kartu ATM-nya akan diaktifkan. Kalau rekening Anda hanya satu, tidak perlu mikir harus pilih rekening, tinggal klik atau tap saja.
  4. Pilih SATUS AKRTU.
  5. Pilih AKTIFKAN.
  6. Masukkan PIN.
  7. Kartu sudah aktif.
Mudah, kan? Dicoba saja. Langkah ini juga dapat dilakukan jika Anda ingin menonaktifkan kartu, misalnya karena ketinggalan atau hilang. Jadi, tidak perlu lagi repot telepon atau datang ke Bank BRI.

Akun WhatsApp sekarang bisa diakses empat WhatsApp web sekaligus dan tetap terhubung kendati handhpone mati

9/02/2021


Oleh Sabjan Badio, blogger Jogja

Abasrin.com--Akun WhatsApp sekarang sudah bisa diakses menggunakan empat WhatsApp web sekaligus (multiperangkat), tidak lagi bergantian. Bahkan, WhatsApp web tetap aktif kendati handphone mati.

Demikian notifikasi yang saya terima hari ini. Ketika mencobanya, ternyata infomasi ini benar. Saya coba membuka dengan Safari dan Google Chrome sekaligus, keduanya bisa digunakan dalam waktu bersamaan. Kemudian, saya coba mematikan data ponsel, WhatsApp web tetap aktif. Kabarnya, perangkat tertaut ini akan otomtis dilogout jika dalam waktu 14 hari tidak digunakan.

Ini merupakan kabar baik bagi penggunanya. Tentu saja sekaligus peringatan untuk berhati-hati. Jika WhatsApp bisa diakses secara bersamaan, bahkan dalam keadaan handphone mati, kita tidak mudah tahu jika ada pihak lain mengkases handphone kita.

Oleh karena itu, agar tetap berkomunikasi dengan aman, kita perlu sekali-sekali memeriksa perangkat tertaut. Pastikan kalau perangkat tersebut memang perangkat kita dan kitalah yang menautkan dan menggunakannya.

Sebagai catatan, fasilitas ini merupakan versi beta alias dalam tahap "uji-coba", bukan versi stabil. Kita masih perlu menunggu beberapa saat lagi hingga versi stabilnya dirilis. (*)

Apa bahasa Indonesia dan arti new normal?

5/25/2020
Hrdailyadvisor.blr.com
Abasrin.com--Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau membaca istilah new normal. Kata ini tidak terlepas dari program pemerintah terkait "berdamai dengan Covid-19".

Apakah yang dimaksud new normal? Istilah ini mulai dimunculkan setelah krisis keuangan 2007-2008 dan resesi global 2008-2012. Saat pandemi Covid-19 ini, istilah new normal kembali bergaung secara luas.

New normal mengacu kepada 'keadaan normal baru', yang belum ada sebelumnya. Saat ini, new normal bermakna kepada keharusan masyarakat beradaptasi dengan keadaan saat ini, seperti memakai masker saat kelur rumah, cuci tangan, hingga menjaga jarak fiksik dengan orang lain, terutama di daerah ramai agar bisa beraktivitas.

Istilah new normal berasal dari bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, new normal disebut 'kenormalan baru' (*)

Suyanto.Id, wadah menulis bagi akademisi

4/25/2020
Tampilan situs atau website Suyanto.Id
ABASRIN.com--Beberapa hari ini jagat internet diramaikan kemunculan situs baru, Suyanto.Id. Situs yang dikembangkan oleh Prof. Suyanto, Ph.D., guru besar FE Universitas Negeri Yogyakarta ini, saban harinya menyajikan gagasan bernas para akademisi, mulai guru, dosen, hingga guru besar.

Hari ini saja (25/4) ada dua tulisan yang muncul, tulisan pertama berupa jurnal yang ditulis Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, guru besar Universitas Negeri Semarang bersama dua rekannya yang juga akademisi. Selain itu, ada buku saku yang ditulis Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., seorang dosen, Sekretaris Muhammadiyah, sekaligus Ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) saat ini.

Selain tema-tema serius, ada juga tulisan bernuansa santai, seperti puisi, cerpen, hingga tips kehidupan sehari-hari. Tulisan santai ini ditulis oleh mahasiswa hingga akademisi, ada pengawas sekolah dan dekan. Prof. Suyanto, Ph.D. juga menulis di kolom ini.

Pengelola situs ini yang dipimpin langsung oleh Prof. Suyanto, Ph.D. memang mengundang masyarakat luas untuk ikut menyampaikan gagasannya di Suyanto.id. Para akademisi yang citra kesehariannya lekat dengan bahasa ilmiah dan serius ternyata di situs ini bisa tampil santai, bahkan beberapa tulisan terkesan jenaka.

Totok E. Suharto, misalnya, menuliskan pentingnya cuci tangan menggunakan sabun dalam menanggulangi covid-19. Uniknya, doktor lulusan Jerman yang mengajar di Universitas Bengkulu ini menyajikan dalam bahasa sederhana dan bernada guruan, lihat saja judulnya "Cinta-Benci yang Bikin Ambyar Corona".

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah pernah membaca tulisan di situs ini? Jangan sampai ketinggalan, bahkan Anda juga perlu menulis di sini. Caranya mudah, cukup dengan mengirimkan tulisan ke redaksi@suyanto.id, tentu saja dengan tambahan gambar diri atau ilustrasi yang mendukung. (*)