Kuputuskan Menjadi Seorang Blogger, Mengapa?

Rabu, 23 November 2011

Sabjan Badio

Ingat perseteruan Roy Suryo dengan para blogger beberapa waktu silam? Ya, sosok yang sekarang menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat tersebut pernah mengatakan bahwa para blogger adalah di antara pelaku defacing terhadap situs-situs pemerintah. Di lain kesempatan, sosok yang oleh media dijuluki pakar telematika ini mengatakan bahwa blogger tukang tipu. Ulasan tentang ini dapat dilihat di Wikipedia.

Tidak hanya Roy Suryo, musisi kenamaan Ahmad Dhani pun pernah berkomentar negatif tentang blogger. Menurut Ahmad Dhani:

“Apa, melihat dan buka-buka internet blog-blog itu orang kurang kerjaan. Jadi buat saya ngapain kita ngurusin orang kurang kerjaan gitu loh. Internet itu kan dunia, dunianya orang pengecut, jadi buat saya kalo ada buka blog-blog internet ya kurang kerjaan.”

“Yang baca orang-orang bodoh buat apa kita peduliin, iyakan? Orang bodoh tidak perlu dipedulikan, kalo kita memperdulikan orang bodoh berarti kita bodoh.”

Benarkah begitu? Saya sendiri ketika ngeblog rasa-rasanya memang menghabiskan banyak waktu dan biaya. Tidak jarang saya sampai berjam-jam berkonsentrasi di depan komputer, membuat blog, menatanya, menulis, memublikasikan, hingga menjawab komentar pengunjung. Untuk apa? Bukankah saya bisa jalan-jalan, bisa bercengkerama lebih banyak dengan keluarga, bisa mengunjungi keluarga, bahkan sekadar bersenang-senang?

Mengapa tidak saya lakukan? Bagi saya, (1) tidak semua pekerjaan dihitung untung rugi, (2) sesungguhnya semua pekerjaan yang tidak dilarang alias tidak diharamkan jika dikerjakan dengan kesungguhan akan mendatangkan manfaat, betapa pun kecil pekerjaan itu, dan (3) banyak jalan ke Roma, tidak harus melalui gedung DPR seperti Roy Suryo, tidak harus dengan cara menjual suara emas seperti Ahamd Dhani. Berikut penjelasannya.

Hari ini, saya mengikuti uji kompetensi komputer (30/4/2011). Terus-terang ini pengalaman baru bagi saya. Beberapa waktu menjadi guru komputer, baru kali ini saya diuji. Pengujinya tidak main-main, lembaga yang telah mendapatkan lisensi khusus dari Kementerian Pendidikan Nasional RI. Untuk itu, saya harus bersiap, belajar segala sesuatu yang berkenaan dengan materi uji.

Ujian tersebut sangat transparan sehingga saya sudah dapat mempelajari kisi-kisi dan contoh soal sebelum ujian. Wajar, karena yang diujikan keterampilan bukan sekadar pengetahuan komputer.

Apa daya, buku sangat minim, untuk membelinya tentu tidak mungkin. Selain biayanya lumayan tinggi, membeli buku baru perlu waktu khusus. Padahal, ujian akan segera dilangsungkan. Satu-satunya cara cepat yang dapat saya lakukan adalah mengakses internet, browsing mencari seseorang yang bermurah hati membagikan ilmunya. Alhamdulillah, ada!

Di mana saya menemukannya? Ternyata di blog, saya tidak bisa menemukannya di situs komersial. Para blogger telah menuliskan dan membagikan ilmunya kepada saya. Tidak banyak yang mereka tulis, tetapi langsung ke intinya. Saya pun dapat belajar dengan mudah.

Itu yang pertama, blog dapat dijadikan sebagai media informasi alternatif. Media mainstream tidak akan pernah mau berbagi hal-hal sepele seperti itu. Hal sepele yang sesungguhnya sangat penting bagi sebagian orang. Berdasarkan pengalaman ini, saya pun mencoba berbagi kepada orang-orang, di antaranya saya menulis secara lengkap materi tentang ISBN. Alhamdulillah, banyak yang menjadikannya rujukan. Bahkan, di antaranya menghubungi saya melalui e-mail dan situs jejaring sosial untuk mendapatkan informasi lebih jauh.

Adakah orang seperti ini selain di dunia maya? Tahukah Anda berapa harga satu buah buku petunjuk teknis tentang program komputer? Tahukah Anda berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengundang seorang pelatih? Tidak ada yang gratis.

Dari pengalaman ini, saya pun berani mengatakan bahwa para blogger adalah di antara orang-orang yang paling baik hati di dunia. Coba bayangkan, apa yang bisa didapatkan seorang blogger di situs wordpress.com? Mereka tidak bisa memasang iklan di sana, mereka hanya menuliskan pengalaman dan pemikirannya. Untuk apa? Sekadar berbagi. Semakin banyak orang yang mengunjungi blog dan memanfaatkan ilmunya, seorang blogger akan berbangga. Bahkan, semakin banyak orang yang menggandakan tulisannya atau semakin banyak orang yang mempublikasikan ulang tulisannya, seorang blogger akan semakin senang. Walaupun, kita tahu bahwa tidak sepeser pun Rupiah yang didapat dari aktivitas ini. Karena itulah saya mengatakan bahwa selain sebagai media informasi alteratif, fungsi kedua blog adalah media untuk beribadah.

Sebagai seorang guru, saya pun mengembangkan blog sebagai media pembelajaran. Blog saya www.bahasasiswa.do.am saya jadikan sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat diakses para siswa kapan pun dan sesukanya. Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, di antaranya keterbatasan waktu, media online ini adalah solusi yang tepat. Sebagai media pembelajaran online-interaktif, inilah sebagai fungsi ketiga blog.

Selain menulis, saya pun aktif menjelajah blog. Dari penjelajahan tersebut, saya menemukan bahwa para blogger ternyata memiliki komunitas sendiri–di antaranya bahkan kerap melakukan pertemuan langsung dan mengadakan acara-acara amal atau peningkatan kualitas diri. Dari sinilah kemudian muncul pertemanan. Perkembangan zaman tentu saja membuat kita bisa berteman jarak jauh tanpa harus bertemu secara fisik. Kominitas dan pertemanan ini saya katakan sebagai fungsi keempat blog.

Selain keempat fungsi tersebut, blog dapat pula dijadikan sarana penyaluran hobi (kelima) dan media untuk mengasah kemampuan menulis (keenam). Melalui blog, mereka yang memiliki hobi menulis dapat menyalurkannya hobi sepuasnya. Selain untuk penyaluran hobi, blog sesungguhnya adalah media uji kompetensi menulis. Tulisan yang baik pastilah akan mendapat banyak pengunjung dan komentar yang baik pula. Dari kunjungan dan komentar-komentar tersebut, kita dapat berbenah menjadi lebih baik.

Pada tingkatan selanjutnya, manfaat ketujuh, blog ternyata dapat dijadikan sumber uang. Tulisan-tulisan saya di blog pernah beberapa kali menjadi juara dalam berbagai kompetisi. Dari kompetisi tersebut saya pun mendapatkan uang, buku, kaos, alat tulis, pulsa, CD original, dan berbagai jenis hadiah lain. Tulisan ini sendiri pun diniatkan untuk diikutkan dalam kompetisi yang disponsori oleh denaihati.com (semoga menang!). Selain untuk kompetisi, blog-blog tertentu ternyata bisa dijadikan sebagai media publikasi iklan. Dari iklan-iklan yang kita tayangkan dan dibaca pengunjung itulah para blogger mendapatkan uang.

Itu hanyalah di antara manfaat blog. Dari uraian tersebut, saya kira pernyataan Roy Suryo dan Ahmad Dhani hanyalah penghakiman tak berdasar. Jadi, jangan pernah surut, apa pun kata orang, blog adalah “jalan lain ke Roma”!

Pemenang I lomba artikel blog “Blogger Return Contest” yang diselenggarakan http://anazkia.blogspot.com (anazkia.com) dan denaihati.com, 2011.



11/23/2011