Benarkah Pak Anang Membocorkan Soal Ujian Nasional SMA?

Kamis, 16 April 2015

Potongan Laman Liputan 6

ABASRIN.com - Jurnalis Liputan.com akhirnya menemukan pembocor soal Ujian Nasional (UN) SMA. Bocoran soal UN SMA tersebut ditengarai berasal dari blog pak-anang.blogspot.com. Informasi ini tertuang pada berita yang berjudul "Inikah Pelaku Pembocoran Soal UN di Google Drive?"

Berawal informasi  dari berita yang ditulis oleh Denny Mahardy tersebut saya mencoba menelusuri situs pak-anang.blogpsot.com. Luar biasa, benar saja, blog bertajuk Berbagi dan Belajar tersebut telah membagi begitu banyak "bocoran" soal UN SMA. Akan tetapi, tunggu dulu, semua kata bocoran yang tertulis pada blog Pak Anang menggunakan tanda petik, "bocoran", apa artinya?

Siapa Pak Anang?

Cukup sulit mencari informasi detail tentang Pak Anang ini. Hal yang pasti adalah keberadaan blog pak-anang.blogspot.com, account Twitter @pakanang, account Facebook facebook.com/pak.anang.blog, dan account Facebook https://www.facebook.com/pak.anang. Disarikan dari berbagai media tersebut, diperkirakan pekerjaan Pak Anang adalah tentor di sebuah lembaga bimbingan belajar tekenal.

Foto Pak Anang yang diambil dari account Facebook-nya.

Tampilan Blog Pak Anang

Tuduhan Serius

Saya rasa Jurnalis Liputan 6, Denny Mahardy telah melakukan tuduhan serius. Berdasarkan pengamatan saya, tidak ada tulisan atau tautan yang menunjukkan bocoran soal UN, yang ada adalah tulisan dan tautan-tautan "bocoran" soal UN.

Kembali mengunjungi berita bertajuk "Inikah Pelaku Pembocor Soal UN di Google Drive?", saya mencoba menelusurinya lebih jauh, siapa tahu ini semacam lelucon atau sekadar trik media mencari kepopuleran. Bolak-balik membaca, saya tetap tidak menemukan unsur candaan dalam berita tersebut. Ini benar-benar tuduhan serius, pikir saya. Apalagi, pada bagian akhir berita Denny Mahardy menegaskan pernyataan berikut.

Belum diketahui pula apakah Pak Anang merupakan pembocor satu-satunya soal UN yang tersebar melalui internet maupun sumber soal yang dibocorkannya melalui layanan penyimpanan data dari Google tersebut.

Serius, bukan? Akibat pernyataan ini, tulisan Denny Mahardy yang dipublikasikan 16 April 2015 pukul 09.30 tersebut pun mendapat serangan dari pengunjung. "Maaf, ada TANDA KUTIP di kata bocoran. Mohon lebih dicermati kemudian berita ini diklarifikasi. Terima kasih." ungkap seorang pengunjung yang menggunakan username Charlotte Go.

Kejadian seperti ini di satu sisi merupakan peristiwa biasa karena sebagai manusia, Denny Mahardy pastilah sangat mungkin melakukan kesalahan. Hanya saja, Denny Mahardy bukanlah blogger amatir yang bekerja sendiri. Sosok ini adalah seorang jurnalis yang bekerja--seharusnya--dalam tim. Ada editor dan pengendali mutu yang beperan sebelum sebuah tulisan dipublikasikan.

Mana yang benar?

Informasi lain dikabarkan oleh Radar Jogja online melalui berita yang berjudul "Geger Unas Bocor". Media online anggota Grup Jawa Pos ini menyebutkan bahwa bocoran soal UN yang dipublikasikan oleh Pak Anang dapat diakses melalui tautan http://pak-anang.blogspot.com/2015/04/pembahasan-bocoran-soal-sma.html. Ketika mencoba mengunjungi laman tersebut, saya mendapati kalimat "Sorry, the page you were looking for in this blog does not exist."

Apa yang terjadi? Apakah tulisannya sudah dihapus? Apakah ini berarti Denny Mahardy benar? Apakah jurnalis Radar Jogja juga melakukan kesalahan? Entahlah.

Apa makna tanda petik?

Beberapa menit menelusuri blog pak-anang.blogspot.com, saya menemukan bahwa blogger satu ini gemar sekali menggunakan tanda petik. Apa maksudnya?

Berdasarkan Permendiknas No. 46 Tahun 2009, terdapat beberapa fungsi tanda petik, satu di antaranya sebagai pengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus. Saya kira inilah yang digunakan Pak Anang. Blogger ini menggunakan tanda petik (" ") untuk menyatakan bahwa kata bocoran yang digunakannya memiliki arti khusus.

Benarkah Pak Anang pembocor soal UN?

Kembali ke pertanyaan awal, benarkah Pak Anang membocorkan soal Ujian Nasional SMA? Pada awalnya saya sangat yakin bahwa seorang jurnalis Liputan 6 online telah gegabah menuduh Pak Anang sebagai pembocor soal UN. Hanya saja, ketika menemukan "missing link" melalui pemberitaan Radar Jogja online, saya pun kembali bertanya-tanya, mana yang benar?

Sebagai penutup, saya ingin mengatakan, "jika benar Pak Anang pembocor soal UN, apalagi menjadi tersangka utama, berarti sakti sekali orang ini, bisa menembus brigade ahli IT Kemdikbud dan melangkahi barisan aparat keamanan." :)

--Sabjan Badio, blogger Jogja



4/16/2015