Belajar Memembuat Video Promosi Madrasah di Studio Komunikasi UPN Jogja

Senin, 26 Oktober 2015

Tim Relasi Madrasah memasuki sesi workshop pembuatan video. Berurusan dengan materi yang satu ini, saya yakin belum ada madrasah yang memiliki cukup bekal alias punya kamera besar-besar seperti untuk shooting di televisi atau film itu.


Beruntung narasumber kami Subhan Afifi dan Senja Yustitia berbaik hati meminjamkan Laboratorium Publik Relasi dan Laboratorium Prodi Ilmu Komunikasi UPN Jogja. Jadilah kami berworkshop ria di Kampus UPN Babarsari (20-21/10).


Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, Pak Subhan memberikan motivasi bagi Tim Media Relasi Madrasah untuk terus memperkuat branding madrasah. Pak Subhan berpesan bahwa sekecil apa pun bisa menjadi berita, dan tidak kalah penting adalah menumbuhkan media kreatif. Kalau selama ini publikasi lewat tulisan, maka tidak kalah menarik jika publikasi dilakukan melalui tayangan video.

Pada sesi berikutnya giliran Mbak Senja menyampaikan materi ide kreatif dalam media relations. Dari catatan yang saya tulis, Mbak Senja mengungkapkan bahwa ide kreatif bisa digali dari  sesuatu yang baru, bertanya, memperbaiki ide orang lain, saling mengaitkan banyak hal, belajar ide dari kesalahan, serta mengikatkan ide dengan tulisan. Kalau kita ingin dikenal orang, maka kita perlu memperluas jaringan dengan siapa pun. Di samping itu, perlu memperbanyak dan mempermudah informasi tentang kita.

Sampai di sini kami benar-benar terpompa untuk segera beraksi memproduksi sebuah tayangan untuk branding madrasah. Terlebih setelah Mas Panji Dwi menguraikan teknik-teknik pembuatan video, yang katanya itu adalah materi yang seharusnya beliau sampaikan untuk satu semester. Kami jadi paham bahwa dalam pembuatan video hendaknya memperhatiakan camera angle, continuity, close up, composisi dan  cutting.

Pada hari kedua kami akhirnya praktik membuat tayangan dengan tema mengenalkan madrasah kepada masyarakat. Seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok. Satu kelompok beranggotakan 6-7 orang. Di sinilah kreativitas, kekompakan, kepercayaan diri kami diuji. Dalam tim yang terbatas, kami berusaha bekerja semaksimal mungkin. Seluruh peralatan disediakan oleh Prodi Komunikasi UPN. Kami juga didampingi oleh mahasiswa jurusan komunikasi UPN, sehingga kami dapat bertanya jika mengalami kesulitan dalam penggunaan alat maupun mengoperasikan program editing.

Bergaya di belakang kamera.

Serasa bekerja di balik layar shooting sinetron stripping. Seharian kami menjalani aktivitas sesuai jobnya. Ada yang berperan sebagai sutradara, kameraman, scriptwriter, narator, editor, serta talent. Tak terasa, sore menjelang, dan karya-karya kami dikumpulkan serta ditayangkan untuk disaksikan beramai-ramai.

Meriahnya menyaksikan hasil karya sendiri. Gelak tawa, rasa malu, bercampur aduk ditimbrungi sorak tatkala adegan menjadi lucu. Perjuangan kami mendapat apresiasi dari Pak Imam Khoiri pengaggas Tim Media Relasi Madrasah maupun dari Tim UPN. Penilaian pun dilakukan. Setelah dilakukan penjurian, kelompok Ibu Nur Khasanah Rahmawati menjadi tim terbaik untuk kekompakan dan video terbaik. Sementara untuk kategori ide terbaik diraih oleh kelompok Ibu Heni.

Di akhir pertemuan itu juga diumumkan anggota Tim Media Relasi sebagai penulis berita produktif. Ibu Lilis dari MTs Yogyakarta 1 sebagai juara I. Juara II dan III diraih Ibu Inung dari MAN I Wates serta Ibu Eli dari MTs Sumberagung. Kendati hadiah hanya berupa snack, tidak mengurangi kegembiraan para juara.

Akhirnya acara usai, meninggalkan kesan yang mendalam. Seperti yang diungkapkan oleh Pak Soklis yang mewakili peserta, bahwa jangan berhenti sampai di sini. Diharapkan ada pelatihan lagi dan lagi.

Pukul setengah tujuh malam saya sampai di rumah. Rasa penat baru saya rasakan. Akan tetapi, keluhan tidak jadi saya lontarkan setelah membaca komentar teman-teman Media Relasi di grup WA. Salah satunya "Baru rehat menikmati bakmi godog di Wonosari, masih 30 km lagi untuk sampai rumah." Sungguh perjuangan yang luar biasa. []

Siska Yuniati
MTs Negeri Giriloyo



10/26/2015