Mengenal Organisasi Guru Madrasah Penulis Pergumapi

Minggu, 18 Februari 2018

Logo Pergumapi
Yogyakarta, Abasrin.com--Akhir-akhir ini ada sebuah kesadaran--setidaknya gerakan--para guru untuk aktif menulis. Kesadaran tesebut di antaranya berwujud berbagai gerakan seperti Sagusabu dan Menemubaling yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Indonesia.

Sagusabu merupakan singkatan dari Satu Guru Satu Buku, merupakan gerakan yang berusaha membantu para guru untuk melahirkan buku-bukunya sendiri. Sementara itu, Menemubaling merupakan singkatan dari membaca dengan mulut, menulis dengan telinga, sebuah gerakan untuk memfasilitasi para guru yang memiliki sedikit waktu atau menginginkan alternatif untuk membaca dan menulis.

Menulis dengan mulut dimaksudkan, melalui sebuah aplikasi berbasis Android, para guru dapat menulis dengan cara mengucapkan apa yang akan dituliskan. Ucapan tersebut oleh aplikasi diubah menjadi tulisan.

Jika menulis dengan mulut terkait revolusi cara menulis, sebaliknya membaca dengan telinga merupakan revolusi cara membaca. Dengan bantuan aplikasi, tulisan yang sejatinya hanya dapat dibaca dengan bantuan mata, dapat berubah suara yang dapat diserap melalui telinga secara santai, sambil tiduran, bahkan sambil memejamkan mata.

Di kalangan madrasah, ada juga sebuah gerakan menulis para guru dengan nama Perkumpulan Guru Madrasah Penulis yang disingkat Pergumapi. Organisasi ini dipimpin oleh Siska Yuniati, Guru MTs Negeri 3 Bantul.

Melalui organisasi ini, Siska bersama para pengurus lain mengajak guru menulis melalui beberapa kegiatan, seperti kuliah daring, menulis buku bersama, tantangan menulis, hingga memfasilitasi guru dalam menerbitkan buku.

"Organisasi ini baru berdiri. Kami secara perlahan menggagas kegiatan-kegiatan. Kami sadar, semua anggota memilik profesi sebagai guru, kepala madrasah, atau pengawas madrasah. Oleh karena itu, kegiatan yang kita gagas senantiasa mempertimbangkan kesibukan anggota," ungkap Siska Yuniati ketika dihubungi secara khusus.

Kuliah daring yang dimaksudkan Siska Yuniati adalah sebuah kegiatan diskusi online yang diselenggarakan dwimingguan di grup WhatsApp Pergumapi. Kegiatan ini dikelola oleh Pengurus Bidang Diklat dan Pelatihan Pergumapi, Ruba Nurzaman dan Edy Purwanto.

Pada kuliah daring ini, Tim Diklat Pergumapi berusaha mencari narasumber yang memiliki pengetahuan, keahlian, keterampilan, atau pemikiran tertentu yang dibutuhkan anggota, khususnya terkait kepenulisan atau literasi secara umum. Narasumber kegiatan ini diutamakan berasal dari anggota dan tidak menutup kemungkinan mengundang pihak luar.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk berbagi pengalaman. Selain itu, untuk meningkatkan pengalaman para guru dalam menjadi narasumber serta membiasakan para guru untuk mengemukakan pemikirannya di ruang publik secara baik.

Kuliah Daring Pergumapi dilaksanakan atas panduan seorang moderator. Paparan materi dan tanya jawab berlangsung atas komando moderator layaknya sebuah seminar tatap muka.

Sementara itu, menulis buku bersama adalah kegiatan untuk menulis buku dengan tema tertentu. Penulisan ini melibatkan anggota-anggota yang berminat. Saat ini, organisasi ini sedang memroses dua buku bersama, yaitu kumpulan artikel dan kumpulan puisi.

Selain kedua hal itu, ada juga kegiatan tantangan menulis. Siska Yuniati mengungkapkan, kegiatan tantangan menulis yang sedang dilangsungkannya melalui kerja sama antara sekretaris, bidang penulisan media massa, serta bidang humas pergumapi adalah tantangan menulis sebulan penuh.

"Kami sedang menyelenggarakan kegiatan menulis sebulan penuh. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama sekretaris, bidang penulisan media massa, serta bidang humas, informasi , dan kerja sama antarlembaga," ungkap Siska Yuniati.

Guru peraih Internet Sehat Blog & Content Award itu menjelaskan lebih lanjut, tantangan yang dilaksanakannya dalam rangka promosi website baru Pergumapi. Dalam proyek ini, anggota ditantang untuk mengisi website Pergumapi selama sebulan penuh. Tulisan-tulisan dipublikasikan tiap hari dengan tema-tema khusus.

"Hari Senin kami memublikasikan artikel, hari Selasa khusus esai, hari Rabu yang dipublikasikan resensi, hari Kamis dipublikasikan karya tulis ilmiah, hari Jumat khusus untuk publikasikan informasi buku-buku anggota, hari Sabtu untuk puisi, pantun, dan sejenisnya. Sementara itu, untuk hari Minggu, kami memublikasikan cerita pendek," papar Siska.

Berawal dari Agumapi

Menurut Siska, pihaknya melakukan promosi website karena memang baru saja membuat website.

"Sebelumnya organisasi ini bernama Asosiasi Guru Madrash Penulis Indonesia atau Agumapi. Terkait persyaratan nama dari Kementerian Hukum dan HAM RI, nama harus kami sesuaikan, maka Agumapi berubah nama menjadi Pergumapi atau Perkumpulan Guru Madrasah Penulis" jelas Siska.

"Dengan perubahan nama ini, otomatis website pun kami sesuaikan dari agumapi.org menjadi pergumapi.or.id. Dengan adanya website baru ini, website lama sudah tidak kami gunakan," lanjut Siska.
Logo Pergumapi ketika masih bernama Agumapi.
Berdasarkan hasil penelusuran Abasrin.com, Agumapi mulai digagas oleh guru-guru madrasah penulis tahun 2016. Organisasi ini dideklarasikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tanggal 18 Mei 2017. Tanggal 8 Januari 2018, Agumapi berubah nama menjadi Pergumapi dan tanggal 9 Januari 2018, Pergumapi didaftarkan di Notaris Siti Hanifah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanggal 8 Januari 2018 inilah yang kemudian dianggap sebagai hari kelahiran Pergumapi.

Mengelola sepuluh bidang

Bidang-bidang yang menjadi suborganisasi Pergumapi meliputi (1) bidang oraganisasi yang dikelola oleh Dr. Sukarlan dan Umi Solikatun, S.Pd., (2) bidang pendidikan dan pelatihan yang dikelola oleh Ruba Nurzaman, S.Pd. dan Edy Purwanto, M.Pd., (3) bidang penulisan sastra yang dikelola oleh Sukarti, M.Pd. dan Ikha Mayashofa Arifiyanti, M.A., (4) bidang penulisan media massa yang dikelola oleh Dra. Rr. Ayu Dewi Widowati dan Kasmawati, M.Pd., (5) bidang penulisan buku yang dikelola oleh Sarifudin, M.Pd. dan Bambang Sukarnoto, M.Pd., (6) bidang penulisan bahan ajar yang dikelola oleh Zaenal Abidin, M.Si. dan Nurhasanah Rahmawati, M.M., (7) bidang penerbitan yang dikelola oleh Dr. Najmah dan Syafa'atul Maulida, S.Kom., (8) bidang kewirausahaan yang dikelola oleh Sri Saktiani, S.Pd. dan Moh. Rochimi, M.Pd., (9) bidang pengabdian masyarakat yang dikelola oleh Nuraedah, M.Pd. dan R. Rara Siti Murdaning Setyastutik, S.Pd.I., serta (10) bidang humas, informasi, dan kerja sama antarlembaga yang dikelola oleh Pujarsono, S.Pd. dan Rina Harwati, S.Pd.

Bidang-bidang tersebut menurut Siska dapat melaksanakan kegiatan secara mandiri, dapat pula melakukan kegiatan secara bersama-sama. Pihaknya memerdekakan bidang-bidang untuk berkreasi merancang program yang kira-kira bermanfaat dan dapat dilaksanakan.

Selain itu, ada pula sekretaris, bendahara, dan pengawas. Duduk sebagai sekretaris jenderal Dr. Ogi Lesmana dan wakil sekretaris jenderal Noor Shofiyati, S.Pd. Sementara bendahara umum, Septy Andari Putri, M.Pd. dan wakilnya Tati Nuryati, S.Pd. Sebagai pengawas, ada Anita Isdarmini, M.Pd. dan Ahmad Arif Ma'ruf, M.A., M.Si. Sebagai ketua umum Siska memiliki wakil Eza Avlenda, M.Si. dari Provinsi Bengkulu.

Targetkan memiliki penerbit sendiri

Siska mengungkapkan, bidang-bidang di Pergumapi sudah mulai berjalan. Khusus bidang penerbitan, saat ini masih bekerja sama dengan Penerbit MATsNUEPA di Kabuapten Malang yang dipimpin oleh Dr. Najmah. Ke depannya, Siska berharap bidang penerbitan mendirikan penerbit sendiri atas nama Pergumapi.

"Jika proses legalitas sudah selesai, kami sudah bisa membuat penerbit atas nama Pergumapi. Pengelolanya tetap sama, oleh Bu Najmah dan Bu Syafa. Jadi, kami tidak harus berjalan dari awal karena keduanya memang sudah berpengalaman di bidang tersebut," jelas Siska.

Terkait keberadaan penerbit yang akan dibentuk organisasinya, Siska berkeinginan menjadikannya memang untuk kepentingan anggota. Anggota Pergumapi dapat menerbitkan buku-bukunya secara mudah dan dengan harga yang terjangkau.

Tetap menjadikan guru sebagai guru

Siska berpandangan, seorang guru haruslah menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Oleh karena itu, aktivitas berorganisasi dan menulis tidak boleh mengganggu kegiatan utama seorang guru.

"Kami para pengurus ingin organisasi ini memfasilitas para guru, tidak mengambil alih peran mereka dari pendidik menjadi penulis. Kami ingin para guru bergabung secara sadar, dengan enjoy, dan untuk perkembangan ke arah yang lebih baik." tutup Siska.

Hadirnya Pergumapi ini, semakin melengkapi gerakan-gerakan peduli literasi di kalangan pendidikan. Para guru merupakan di antara target gerakan literasi di sekolah. Dengan adanya inisiatif para guru untuk berorganisasi dan bergerak, tentu harapan untuk menjadikan para guru menjadi "lebih melek" akan lebih mudah untuk tercapai. Semoga!

Sabjan Badio, blogger Jogja dan mentor penulisan dan internet E & E Media Kreatif.



2/18/2018