Apa arti lebaran kuda?

Jumat, 04 November 2016

"Barangkali karena mereka merasa yang diprotes itu tuntutannya tidak didengar. Kalau tuntutannya tidak didengar, sampai 'lebaran kuda' bakal ada unjuk rasa,"
Hal tersebut disampaikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, saat konfrerensi pers di kediamannya (2/11) terkait demo yang digelar 4 November 2016. Pernyataan tersebut, khususnya terkait istilah "lebaran kuda", lantas ditanggapi beragam oleh masyarakat.

SBY menyampaikan pendapatnya terkait demo 4 November 2016.
Sumber: Liputan6.com
Ketika mencoba menelusuri melalui mesin pencari, belum ada informasi yang dapat menjelaskan definisi "lebaran kuda" secara baik. Sebagian masyarakat bahkan menanggapinya secara bercanda dengan membuat "meme" tentang "lebaran kuda".

Meme tentang "lebaran kuda".
Sumber: Solopos.com
Selain soal "meme", ditemukan juga fakta bahwa "lebaran kuda" ternyata sudah digunakan SBY pada tahun 2011. Hal iru diberitakan Detik.com dalam artikel "SBY: Kalau Begini-begini Saja, Sampai Lebaran Kuda RI Sulit Maju".
"Ekonomi luar Jawa harus naik melalui investasi dan perdagangan. Kalau kita cuma menjalankan business as usual atau begini-begini saja dan tak ada upaya, maka sampai 'lebaran kuda' tak akan tercapai," ungkap SBY saat membuka Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Lalu, apa arti lebaran kuda?

Kita mengenal lebaran Idulfitri dan lebaran Iduladha atau lebaran haji. Lebaran haji terkait hewan kurban sehingga dikenal pula dengan sebutan Idulkurban atau lebaran kurban. Maka, jika ada yang menyebut "lebaran kambing" atau "lebaran sapi"--di daerah Boyolali juga ada istilah lebaran sapi yang mengacu kepada tradisi di sana--bisa jadi, kendati tidak lazim, mengarah kepada lebaran kurban.

Jika ada pernyataan "sampai lebaran haji", masyarakat akan dapat memahami dan memastikan waktunya. Jika pun bergeser, mungkin hanya sehari dua hari oleh karena perbedaan penafsiran dan cara menafsirkan tanggal saja. Nah, ini "lebaran kuda", kapan waktunya?

"Lebaran kuda" sejatinya tidak ada, 'sesuatu yang tidak mungkin terjadi'. Oleh karena tidak ada, tentu saja kita tidak akan sampai kepada waktu tersebut. Jika dikaitkan dengan peristiwa unjuk rasa 4 November 2016--pernyataan SBY tersebut--kira-kira berarti begini:
Jika orang-orang yang protes merasa tuntutannya tidak didengar, mereka akan terus melakukan unjuk rasa sampai waktu yang tidak bisa ditentukan/tak terhingga/tak terbatas/terus-menerus alias tidak akan berhenti.
Kira-kira begitu simpulan saya. Simpulan ini bisa jadi akan berubah jika saya mendapatkan informasi baru, lain, atau informasi tambahan terkait hal ini. Bagaimana pendapa Anda?

--Sabjan Badio, Blogger Jogja



11/04/2016